TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, MELAYANI TUHAN melalui PUJI PUJIAN DI GKI
Posted on Sabtu, 07 Februari 2015
by Christine
0 komentar Filed Under: | Continue>>>
TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, CINTA LINGKUNGAN DENGAN BELAJAR BERCOCOK TANAH DAN MEMANFAATKAN BARANG BEKAS
Posted on
by Christine
0 komentar Filed Under: | Continue>>>
TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, BERSEPEDA BERSAMA
Posted on
by Christine
0 komentar Filed Under: | Continue>>>
TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, BELAJAR MENGGOSOK GIGI......
Posted on Jumat, 31 Oktober 2014
by Christine
1. Siapkan peralatan gosok gigi. Sebelum balita mulai belajar gosok gigi, sediakan sikat gigi anak yang kepalanya relatif kecil, yaitu 1,5 cm dengan panjang bulu sikat sama, bulunya halus serta bergagang cukup lebar dan tebal.
Tip jaga kebersihan sikat gigi:
- Bersihkan setiap kali selesai dipakai.
- Simpan dengan cara digantung agar bulu sikatnya cepat kering.
- Ganti sikat gigi bila bulu sikat sudah mengembang, tidak lurus, mulai rontok, atau terlalu lunak. Atau, bila balita baru sembuh dari sakit.
3. Beri contoh gerakan menggosok gigi. Berdirilah Anda bersama balita di depan cermin yang terletak di atas wastafel. Minta balita memegang sikat giginya dan memerhatikan contoh gerakan sederhana gosok gigi yang Anda lakukan. Mengingat kemampuan motorik halus anak belum berkembang optimal, biasanya anak mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan sikat giginya secara benar. Karena itu, cukup berikan contoh gerakan-gerakan dasar gosok gigi.
4. Praktik bersama ibu. Kini, dari belakang balita peganglah tangannya dan arahkan sikat giginya ke gigi yang akan digosok. Minta dia menirukan cara Anda memegang dan menggerakkan sikat gigi. Untuk si kecil yang baru belajar gosok gigi, gunakan metoda Bass, yaitu meletakkan bulu sikat pada sudut 45 derajat lalu gerakkan ke kiri dan ke kanan secara perlahan. Bila si kecil sudah lebih besar, ajarkan gosok gigi dengan metoda Fone, yaitu menyikat memutar, dan selanjutnya metoda Leonard berupa gerakan menyikat gigi ke atas dan ke bawah. Lakukan gerakan menyikat gigi bersama si kecil sesuai metoda yang paling mudah dan mampu ia lakukan.
5. Berkumur. Setelah selesai gosok gigi, mintalah balita berkumur dengan air matang agar terhindar dari risiko diare akibat kuman penyakit dan kotoran yang mungkin terkandung di dalam air mentah apabila tertelan.
6. Selesai. Terakhir, minta balita membersihkan sisa-sisa busa pasta gigi yang menempel di sekitar mulutnya dengan air matang. Untuk memupuk kebiasaan gosok gigi pada si kecil, setelah selesai, beri ia hadiah. Misalnya, ciuman sayang, pelukan hangat, atau berupa benda-benda kecil yang bermanfaat. Contohnya, tutup kepala sikat gigi berbentuk kepala binatang lucu atau sikat gigi baru berbentuk lucu dan berwarna menarik.
sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/balita/tips/belajar.gosok.gigi/001/005/1189/1/1
0 komentar Filed Under: | Continue>>>
TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan ....
Posted on
by Christine
0 komentar Filed Under: | Continue>>>
TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan....Princess and Prince
Posted on
by Christine
0 komentar Filed Under: | Continue>>>
TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, FIELD TRIP ke Kebun Binatang Ragunan
Posted on
by Christine
Di pagi yang cerah, anak-anak TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, mengadakan kunjungan dan rekreasi ke Kebun Binatang Ragunan
Suatu pengalaman
yang berkesan bagi anak-anak karena langsung dapat berinteraksi dengan berbagai
macam binatang, bahkan dapat langsung memberikan makanan ke Gajah. Wah wah
anak-anak pada berani nih.. Suasana di alam terbuka dan kondisi alam yang sejuk
menambah kecerian anak-anak dan ingin berlama-lama untuk bermain dan
bercengkerama dengan binatang.
Inilah salah satu program yang kami
berikan yaitu pengenalan terhadap lingkungan sekitar, tidak hanya berbagai
macam pendidikan dan pengasuhan yang selama ini dilakukan di dalam ruangan,
tapi juga pengenalan di luar ruangan, sehingga anak-anak tidak merasa asing
dengan kondisi lingkungan sekitar.
0 komentar Filed Under: | Continue>>>
Langganan:
Postingan (Atom)


























